Senin, 21 April 2014



Cristiano Ronaldo mengaku Real Madrid lebih baik daripada Barcelona dalam El Clasico Jilid III dini hari tadi. CR7 yang tidak bermain karena cedera, tak lupa menghibur Lionel Messi, sosok yang sering dibanding-bandingkan dengannya sebagai pemain terbaik dunia era ini.
Berbicara pasca klubnya menumbangkan Barca, Cristiano Ronaldo tidak puas dengan gelar Copa del Rey semata. Baginya, penting bagi Real Madrid untuk melanjutkan perjuangan meraih treble winners musim ini.
Katanya seperti dikutip Marca, “Saya sangat bahagia karena tim ini (Madrid) tampil sangat bagus. Saya sangat bangga dengan rekan-rekan. Kami lebih baik daripada Barcelona. Sudah ada satu gelar di tangan, kini saatnya bertarung untuk mendapatkan dua gelar sisa (Liga Spanyol dan Copa del Rey).”
Menurut Ronaldo, tokoh utama dalam keberhasilan Los Blancos memukul Barcelona bukanlah orang lain, kecuali pelatih Carlo Ancelotti. Juru taktik asal Italia ini sukses membuat Los Blancos menerkam Barca untuk pertama kalinya tahun ini. Sebelumnya di Liga Spanyol, Barcelona selalu menang dari Madrid dalam dua pertemuan dengan skor 2-1 dan 3-4.
“Memukul Barca sangat penting bagi tim. Siapa yang harus mendapatkan pujian? Pelatih (Carlo Ancelotti).” papar Ronaldo.
Bagaimana dengan cedera yang menghantui sang bintang? Kekasih Irina Shayk ini mengaku sudah jauh lebih baik. Sebelumnya dikabarkan otot hamstring kaki kirinya robek. Namun kini, target Cristiano Ronaldo adalah bisa bermain di laga kontra Bayern Munchen pada pertengahan pekan mendatang.
“Saya tidak lagi merasa sakit. Kita lihat saja apakah bisa bermain pada leg pertama melawan Bayern Munchen atau harus menunggu leg kedua,” tambahnya.

Selasa, 01 April 2014

KUMPULAN PUISI LINGKUNGAN




Tak Puas
Oleh: Adriyan Satria


Tak Puas...Hutan sudah mulai menguning
Sungai sudah teracun limbah
Ikan-ikan mati tak bersisa
Makhluk binasa tiada pangan

Uang sudah melimpah
Tak terhitung berapa jumlahnya Mataku silau melihat harta
Namun tak tahu apa bunganya




Namaku ALAM

Oleh: M Barkah


Perkenalkan, namaku adalah alam
Aku adalah tempat tinggal bagi flora dan fauna
Dimana bagi hewan-hewan aku adalah rumah mereka
Tempat mereka bertumbuh
Berkembang biak, dan mencari makan
Melakukan semua aktivitas kehidupan alam

Bukan hanya hewan
Tumbuhan pun merasakan hal yang sama
Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku
Dan hewan, adalah peliharaanku

Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi
Aku memberikan oksigen bagi manusia
Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka
Memberikan mereka energi, kekuatan, perhiasan
Dan segalanya yang mereka butuhkan

Semua itu adalah pada saat bumi masih dalam keadaan stabil
Ketika bumi tidak dipenuhi orang orang serakah
Menggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja

Tapi kini
Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri
Mereka tak pernah memikirkan aku
Mereka slalu ingin lebih atas apa yg telah diberi oleh – Nya
Ketamakan, kerakusan, pemborosan
Telah membawaku kepada kerusakan

Lihat apa yang telah mereka perbuat padaku
Setelah apa yang aku berikan pada mereka
Mereka membalasnya dengan merusakku
Menebang pohon pohonku
Memberikan polusi padaku
Memburu hewan hewanku
Dan merusak ozonku
Dengan zat zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini

Sungguh perih hati ini rasanya
Apakah tak ada kesadaran sedikit pun dihati mereka?
Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku?
Sungguh, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini




-1 0 +1

Oleh: M. Barkah

0
Itu adalah aku
Aku adalah seorang manusia
Manusia bisa menjadi pelindung
Dan bisa menjadi perusak

Bagiku 0 bisa menjadi -1
Yaitu pada saat manusia menjadi perusak
Saat manusia mengurangi nilai dari alam
Yaitu sebesar -1

Namun 0 bisa juga menjadi +1
Itu adalah saat manusia bisa menjaga alam
Bisa menciptakan inovasi yang berguna bagi alam
Dan menambah nilai alam menjadi +1

Tapi 0 bisa saja menjadi tetap 0
Yaitu ketika manusia tetap diam
Dan tak peduli pada apa pun

Semua itu tergantung pada diri kita
Apakah ada kesadaran atau tidak




Maafkan Kami

Oleh: Ikhwanul Hafisya


Dulu engkau begitu indah
Setiap pagi ku menghirup udara segarmu
Setiap siang hari ku merasa hangat karna sinarmu
Tapi kini engkau berubah
Semua orang tak memperdulikan engkau lagi
Mereka hanya sibuk dengan dunianya saja

Oh Bumi, maafkan kami
Kami hanya segelintir bagian darimu




Paru- Paruku

Oleh: Ikhwanul Hafisya


Satu demi satu, dua demi dua, tiga demi tiga
Seratus sudah aku menanammu
Setiap hari aku merawatmu
Kami hidup
Kami sehat
Semua karnamu,
Paru-paruku

Tapi sekarang, mereka kejam denganmu
Kau hanya semacam kertas yang bisa dipotong-potong, diinjak-injak
Mereka tak pernah peduli dengan masa depannya
Tak pernah peduli dengan anak cucunya akan hidup bagaimana nanti
Rasa peduli mereka hanya untuk uang

Paru-paruku,
Buatlah mereka sadar akan penting adanya engkau




Jeritan Korban Bencana

Oleh : Faris Rafi Almay W.

Tak bisakah kau rasakan perih ini?
Tak cukupkah air mata ini untukmu?
Dengan serakah dan nafsumu kau hancurkan sahabat kami...

Kini ia telah marah...
Ia telah berontak dan bosan dengan semua ini...
Ia tak tahu siapa yang melakukan ini semua...

Hanya kamilah yang merasakan pahit ini...
Kau hanya memikirkan golonganmu, kaummu, dan keluargamu...
Namun kau tak pernah berpikir tentang kami,
Saudara sebangsa dan setanah air...


Kulihat banyak orang yang mengumpulkan dana untuk kami,
namun dimana?
Jutaan, milyaran, bahkan trilyunan !
Dimana itu semua?
Mungkinkah pesawat-pesawat yang membawa bantuan buat kami jatuh semua?
Sehingga keadaan kami sangat kekurangan di sini...
Atau mungkin uang itu ada di saku mereka, yang tidak bertanggung jawab...
Yang tidak pernah iba dengan kepedihan yang kami rasakan...

Kami hanya ingin dihargai sebagai manusia...
Sebagai saudara sebangsa dan setanah air...
Indonesia....